- See more at: http://www.masasha.net/2012/05/cara-membuat-slideshowfeatured-content.html#sthash.PAzOedqM.dpuf

Showa

  • Founder Leader
  • Kursus Online
  • Profil de la Société Ambassadeur
  • Buku gratis dari Website di Indonesia
  • Pusat Informasi Benua Amerika
  • Profile Education Ambassador

Dunia Oktober

 Setiap gagasan harus ditindak lanjuti demi tercapainya sebuah gagasan itu sendiri. Gagasan adalah sekumpulan pikiran yang memiliki tujuan yang jelas dan pasti di mana di tujuan itu terdapat cita-cita dan harapan di masa depan bagi pembuat gagasan itu sendiri. Mimpi adalah harapan yang yang berasal dari hati. Cita-cita adalah harapan yang lebih sederhana yang tersimpan di pikiran. Rencana adalah bentuk sederhana lagi dari sebuah mimpi yang dipenuhi oleh angka-angka yang menunjukan rencana itu sendiri  yang akan dilaksanakan. Ketika mimpi, cita-cita dan rencana disatukan menjadi sebuah diding yang kokoh didorong oleh keinginan yang kuat serta ilmu yang mendukung maka mimpi itu cepat atau lambat akan terwujud.


Ketika bermimpi namun tak didukung oleh keinginan yang kuat serta ilmu yang rendah maka mimpi itu hanya diam dan mati tetapi ketika kita membernaikan diri berdiri, bersuara dan bertindak tanpa peduli apapun halangannya demi mimpi yang suci itu maka cepat atau lambat mimpi itu akan menghamipir kita.  Berdiri , bersuara dan bertindak.
Novusdekita adalah organisasi non profit yang diidirikan pada 01 October 2013 atas dasar pemikiran kepedulian terhadap mimpi-mimpi, harapan dan cita-cita di sekeliling.  Novusdekita sendiri berarti “sesuatu yang selalu baru dari kita” yang merupakan gabungan dari tiga bahasa, Novus berarti Baru dalam bahasa Latin, De berarti Dari dalam bahasa Latin dan Kita dalam bahasa indonesia. Gagasan awal terbentuknya Novusdekita, berawal dari gagasan Sandi Saputra Mahasiswa IISIP Jakarta yang saat itu masih semester satu dan baru kuliah selama tiga minggu. Gagasan Sandi untuk membentuk sebuah wadah kebebasan wawasan, dan berprestasi ini membuat dia bergerak lebih lanjut sebagai tidakan untuk membuat wadah itu sendiri. Sandi dengan backround Bahasa asing, Komputer, Tecknology, Luar Angkasa, Teolog, dan Organisasi rahasia
mmengajukan konsep pembentukan ini kepada Ghozy. Ghozy menyambut dengan baik gagasan ini, bersedia menjadi pendukung untuk pembuat wadah yang akakan menaungi sebuah organisasi besar. Ghozy sendiri memiliki backroud Web master, dunia kewirausahaan dan Teolog religius.  Mereka bertemu di kampus dan membicarakann gagasan tersebut dan munculah saran dari Ghozy tentang kebebasan wawasan darn prestasi, karena terlihat agak kaku, maka Ghozy mengajukan bagaimana dengan para mahasiswa yang suka pergi dan jalan? Karena Novusdekita harus mampu merangkul seluruh kalangan tanpa ada embargo kasta, sosial, latar belakang, ras, agama atau pun keadaan pysocologynya maka terlahirlah satu satu kata lagi untuk memenuhi deskripsi Novusdekita sendiri yakni “Kebebasan Wawasan, Gaul dan Berprestasi”.

Kebebasan wawasan sendiri berarti setiap manusia berhak memiliki wawasan seluas-luasnya tanpa terbatasi oleh tempat, biaya, tecknology dan negara. Kebebasan wawasan berarti juga kita sabegai manusia harus mampu merangkul dunia ilmu pengetahuan dari Ilmu Teknology, History, teology, Universe, Bahasa, Okultisme, Ekonomi, Politik, Sosial-Budaya, Seni  dan semua ilmu yang ada di muka bumi ini.

Gaul yang mempunyai arti walau Novusdekita selalu menutamakan ilmu penegtahuan bukan beraarti tidak mampu bergaul, jalan-jalan atau sekedar berkumpul-bercerita tetapi, dini lah sisi lain Novusdekita.

Berdasarkan pemikiran itulah, Sandi memberanikan mengajak Ahmad Sirojudin dan Farah Lana untuk menjadi fondasi pembentukan Novusdekita secara permanen akan memikul tanggung jawab terhadap organisasi ini yang kelak menjadi basis depan pergerakan kaum muda dalam menggapai mimpi dan harapan sesuai dengan apa yang diingkankan. Ahmad Sirojudin dibebankan terhadap Humas yang menangani Online Sosial. Siro juga sebenarnya orang pertama yang menerima gagasan Sandi saat ingin mendirikan Novusdekita yang selanjutnya dikonsep dan dirundingkan. Farah Lana sendiri menjadi menjadi Duta Sosial yang menangani kegiatan sosial yang secara berkala.


Mereka semua berkumpul dengan satu tujuan, satu suara dan satu cita. Mereka menyebut diri mereka Novusdekita.