- See more at: http://www.masasha.net/2012/05/cara-membuat-slideshowfeatured-content.html#sthash.PAzOedqM.dpuf

Showa

  • Founder Leader
  • Kursus Online
  • Profil de la Société Ambassadeur
  • Buku gratis dari Website di Indonesia
  • Pusat Informasi Benua Amerika
  • Profile Education Ambassador

Education Ambassador Profile

“hidup saat ini itu takdir, tapi kehidupan kelak barulah pilihan.” Seseorang pernah mengatakan hal ini, aku berpikir apa benar hidup saat ini adalah takdir? Bagaimana kalau takdirku tak seindah yang kupikirkan? Tak seindah yang ku mau? Dulu aku terus sibuk mencari jawabannya, hingga ku coba lebih memahami, mungkin benar hidup saat ini takdir, tapi aku yakin tuhan adil, ia tidak akan memberikan takdir buruk bagi siapa pun yang bekerja keras.

Perkenalkan namaku Vina Ayu, aku lahir pada tanggal 13 februari 1996. Aku anak ketiga dari 4 bersaudara dan aku merupakan satu-satunya anak perempuan dikeluargaku. Jangan berpikir menjadi perempuan satu-satunya membuatku dimanja dan serba bergantung. Orangtuaku selalu memberikan kebebasan serta kepercayaan penuh padaku, mengapa? Karna mereka tidak bisa mengawasiku sepenuhnya.

Pada tingkat pertama sekolah, aku bersekolah di madrasah. Sejak kecil aku mencintai sastra, tapi
tentu aku belum mengerti apa-apa saat itu, akan tetapi salah satu guruku pernah berkata untuk anak seumurku aku mahir membuat puisi serta mengekspresikannya. Aku belum menyadari apa yang guruku maksud sampai akhirnya aku mengikuti beberapa kejuaraan dan berhasil meraih peringkat kedua.
Namun hal itu tidak berlanjut saat aku memulai di sekolah menengah pertama, sikapku mulai berubah. Aku mulai meninggalkan beberapa kebiasaan baikku. Tak banyak prestasi memuaskan yang kudapat. Aku kecewa pada diriku sendiri karena merasa berubah dan membuat orangtuaku kecewa. Mulai saat itu aku membuat tekad untuk berubah. Aku berniat untuk memulai dari hal kecil. Aku mencoba memakai kerudung dan memperbaiki hal-hal lain.
Sampai akhirnya aku masuk disalah satu sekolah menengah kejuruan pilihanku SMK Islam Panglima Besar Jenderal Soedirman 2 Jakarta.

Aku mengambil jurusan perbankan syariah. Dan disinilah perjuanganku kembali dimulai. Aku banyak bertemu orang-orang hebat yang mempunyai pandangan hidup yang sama. Singkat cerita prestasiku mulai terlihat pada kelas 11 smk, nilai rapotku terus meningkat. Dan aku dipercaya menjadi ketua jurnalis, salah satu ekskul yang ku ambil saat smk. Semua orang berkata bahwa aku mahir menulis dan berorasi serta berkomunikasi. Semua tulisanku selalu mendapat pujian dari orang yang kupercaya serta orang-orang terdekat, bahkan aku pernah dipercaya untuk membuat tulisan untuk kolom utama di majalah sekolah. Dan guruku bilang aku murid pertama yang berhasil menulis kolom utama itu. Aku semakin termotivasi untuk terus memperbaiki tulisanku, dan terus menulis lagi. Tidak hanya sampai disitu pada grade akhir di smk prestasiku alhamdulilah semakin meningkat. Aku dipercaya menjadi mentor bagi teman-teman yang kurang dalam persiapan ujian nasional bidang matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Aku juga terpilih menjadi salah satu bagian dari binwa(bimbingan istimewa) pelajaran matematika, bahasa Indonesia dan bahasa inggris, binwa adalah bimbingan khusus yang dibentuk oleh tim guru sekolah untuk anak-anak yang dianggap mampu meningkatkan prestasi sekolah. Sampai pada akhirnya seluruh ujian telah terlewati, semua teman-teman sekolahku mengimpikan untuk naik ke podium saat wisuda karna terpilih menjadi siswa terbaik. Aku sendiri juga memiliki impian yang sama “semoga kali ini jatuh padaku.” Batinku dalam hati. Tiba saat wisuda dan tiba waktu pengumuman siswa/siswi berprestasi bidang akademik. Dan tidak ada yang lebih ku syukuri saat itu selain predikat itu jatuh padaku. Aku tak bisa berhenti tersenyum saat merasakan itu semua. Aku naik ke podium dan mendapat penghargaan bersama beberapa temanku yang juga mendapat predikat tersebut.

Seturunnya dari podium ibuku langsung memeluk dan mencium pipiku hangat sambil berbisik “selamat ya sayang.” Beliau tersenyum begitu ceria, aku pun turut senang melihatnya. Dan akhirnya aku meneruskan pendidikan di Institut ilmu sosial ilmu politik Jakarta dengan jurusan impian yaitu Hubungan Internasional. Berawal dari obrolan kecil tentang diplomat dan didukung prospek kerja yang baik dari hubungan internasioanl aku semakin  mantap untuk meneruskan pendidikan dibidang ini. Aku sadar bahwa aku ingin bisa memiliki pekerjaan yang tidak monoton. Dengan wawasan yang luas, serta bisa menyampaikan pendapat serta apresiasiku untuk Negara bahkan dunia.

Di titik inilah aku sadar bahwa memang benar hidup saat ini takdir, tapi tidak ada takdir buruk bagi orang yang baik. Segala terjadi dengan suatu alasan dan suatu sebab. Takdir buruk akan datang saat lalai lalu takdir baik akan datang saat usaha kerasmu telah sampai. Dan sampai pada saat ini aku bergabung dengan Novusdekita. Wadah yang aku harap mampu membawaku ke tempat mimpiku berada. “percayalah bahwa seseorang berhasil atas usahanya, dan seseorang jatuh karna usahanya juga. Tidak ada faktor keberuntungan atau kesialan orang yang menganggapnya ada hanyalah orang yang tidak percaya pada kemampuan dirinya.”

Terimakasih, wasalam