- See more at: http://www.masasha.net/2012/05/cara-membuat-slideshowfeatured-content.html#sthash.PAzOedqM.dpuf

Showa

  • Founder Leader
  • Kursus Online
  • Profil de la Société Ambassadeur
  • Buku gratis dari Website di Indonesia
  • Pusat Informasi Benua Amerika
  • Profile Education Ambassador

Festival Desa 2013

Punya cerita weekend yang menyenangkan guys? Share disini yuk..
atau weekend kemarin ada yang datang ke Festival desa 2013? Ada yang tau apa itu event Festival desa 2013? Event festival desa 2013 itu Event yang diadakan untuk mendukung panganan lokal. Lho memang ada apa ya dengan panganan lokal Indonesia?

Saat ini tingkat produksi pertanian terus menurun setiap tahunnya, sebab menurunnya produksi pertanian sendiri juga dikarenakan jumlah petani menurun setiap tahunnya hingga mecapai angka 500.000/tahun. Ironis ya guys? Indonesia sendiri merupakan Negara agraris yang kaya dengan sumber daya alam serta hasil bumi yang melimpah. Tapi sampai saat ini Indonesia masih belum kuat dalam hal ketahanan pangan. Kita masih harus mengimpor sejumlah produksi pangan.Selain beberapa masalah tadi sebab terjadinya ketergantungan pangan juga karena jumlah penduduk yang ada saat ini, lalu masalah perubahan iklim, dan juga perdagangan pangan dunia.

FAO menyatakan posisi ketahanan pangan Indonesia tahun 2013 ini ada pada urutan ke-66 dari 107 negara. urutan tertinggi di duduki oleh Amerika Serikat dan terendah di duduki oleh Republik Kongo. Posisi
Indonesia hanya lebih tinggi atau lebih baik dari Myanmar dan kamboja, namun masih kalah dengan Negara anggota ASEAN lainnya.

Kalian tau guys produk pangan impor apa aja yang sangat dominan di Indonesia, yang bisa dibilang angkanya sangat fantastis. Menurut dekan Fakultas Pertanian UGM Dr. Jamhari produk pangan impor yang sangat dominan yaitu gandum sebesar 100 persen, kedelai 60 persen, susu 70 persen, gula 54 persen , dan daging sebanyak 30 persen impor. “yang sangat mencengangkan dan memprihatinkan, Indonesia sebagai Negara maritim justru mengimpor garam dan sebagai Negara agraris makan singkong juga dari impor.”
Dalam sikon ini kita ngga bisa menyalahkan petani guys, karena mereka menanam sesuai kebutuhan dan kebiasaan pertanian lokal. Sebanyak 46 persen petani dari total penduduk saat ini, bercocok tanam sesuai dengan tradisi di daerah masing-masing. Yang perlu dikritisi menyangkut kebijakan pangan dari pemerintah.
Dan program pertahanan pangan harus dikoreksi karena konsep dan pelaksanaannya tidak sesuai dengan masalah internal pertanian nasional. Sesuai dengan kondidi lokal ditanah air, program yang cocok adalah kedaulatan pangan, yang didlamnya mengatur produksi pangan sesuai konteks lokal pertanian.
Gimana guys menurut kalian? Ini tandanya pemerintah kita harus meningkatkan usahanya ya, dan kita juga harus turut serta dalam pembebasan Indonesia dari ketergantungan pangan guys. Tapi gimana ya caranya? Mungkin kita bisa contoh teman-teman kita di Festival desa, seperti yang kita bahas di awal bahwa event ini dbuat untuk mendukung panganan lokal Indonesia. Acara yang diusung oleh aliansi untuk desa sejahtera itu bertempat di bumi perkemahan ragunan, jalan HR Harsono , Jakarta Selatan. “ kami dari aliansi untuk desa sejahtera menggelar festival ini untuk mengangkut kembali pamor pangan lokal yang selama ini tersisihkan.” Tukas Arbi (19), mahasiswa sukarelawan yang tergabung dalam acara ini. Festival ini diikuti oleh 37 organisasi berbasisi pangan dan lingkungan yang turut meramaikan event ini.

Festival ini di agendakan pada sabtu- minggu tanggal 9-10 November 2013 selama sehari penuh itu memiliki tema acara “Merawat sumber pangan kita.” Disana banyak sekali kegiatan seru yang berlangsung guys. Pengunjung yang datang dapat mendengar ssosialisasi panganan sehat dari produk lokal, lalu juga ada kantin sehat bagi anak-anak, demonstrasi masak dari bahan pangan tradisional, workshop boneka jari, membuat kue dari tepung mocaf, barmain layang-layang, mengenal ular serta cara antisipasinya serta banyak kegiatan lainnya.

Seru kan kegiataanya? Nah itu dia guys bentuk dukungan serta keikutsertaan para sukarelawan dalam gerakan pembebasan ketergantungan pangan Indonesia. Mulai yuk cintai panganan lokal yang ngga kalah berkualitas dari panganan impor. Panganan sehat untuk Indonesia maju happy reading guys, sampai jumpa.

Vina Ayu A.