- See more at: http://www.masasha.net/2012/05/cara-membuat-slideshowfeatured-content.html#sthash.PAzOedqM.dpuf

Showa

  • Founder Leader
  • Kursus Online
  • Profil de la Société Ambassadeur
  • Buku gratis dari Website di Indonesia
  • Pusat Informasi Benua Amerika
  • Profile Education Ambassador

Malaikat Gelap oleh Wilhelmus Matrona

Belum juga malam berada ditengah-tengah
Aku sudah melangkah pulang kerja melewati Senen
Nikmati pahit dan keras di tanah rantau
Setelah melompati beberapa pulau
Dan berhenti di beberapa kota di negri sendiri

Ah….. rasa mau mati juga, setelah mengantongi ijasa SMU
Malu rasanya ditolak di berbagai instansi,
            Disinisi beberapa penyedia lapangan kerja
            Belum lagi menjadi santapan penipu berbasis lapangan kerja

 Hati yang pilu menjadi setangkai    tegar, menatap  masyarakat jalanan
“Kita senasib!”
Hati iba juga, namun sebentar berubah jadi tidak peduli
Muak juga berada sebatas iba
Untuk apa meratap senasib, bukankah hanya menambah pedi
Lalu mengadu pada siapa?
“nasib-nasib”

            Jalanan jadi khayalan
            Duduk di trotoar mendaur lamunan
            Beristirahat  menata mimpi di halte
            Absurd!
            Persimpangan membisu.

Dalam remang cahaya lampu jalan, bayangan menyapu tatapan yang kosong
 Dari lorong gadis kecil memanggil
Tanpa malu menarik tanganku dan membawa aku pada sudut gelap
Si gadis tersenyum memelas bukan maksud menodong dan merampok
Si gadis kecil masi kecil namun  pandai berdandan
memperlihatkan tubuhnya yang subur
dan menunjukkan tetenya yang masi tumbuh
digesek-gesekan tubuh kecilnya
Gadis yang tak dikenal mulai memanja
Lalu mengadu nasib, sekiranya aku menolong

            “Akulah gadis penghiburmu dalam gelap malam yang tak memberimu jawaban
            barang kali lagi stress dan penat
            agar tau nikmatnya birahi dan lupalah segalah duka
            mungkin Jakarta terlalu keras bagi pria sepertimu
            Mungkin ini lebih menghiburmu, daripada dunia entertaimen hingga komik kesukaanmu
            Dari sekedar nongkrong di kaffe dan masuk ke klab malam
            Atau menyedu kopi di warung kesukaanmu sambil memetik gitar
            Agar kau lupa!
            Pelajaran yang  pertama, karena lupa membuat kau merasa sejahtera
            Bukan hanya engkau, pimpinan tertinggi hingga terendah di negri ini sukanya pada lupa

            Lupa itu sejahtera!