- See more at: http://www.masasha.net/2012/05/cara-membuat-slideshowfeatured-content.html#sthash.PAzOedqM.dpuf

Showa

  • Founder Leader
  • Kursus Online
  • Profil de la Société Ambassadeur
  • Buku gratis dari Website di Indonesia
  • Pusat Informasi Benua Amerika
  • Profile Education Ambassador

My Ways (Profil de la Société Ambassadeur )

      Hai! Perkanalkan namaku Farah Lana Bazher, by the way Bazher itu Marga keluargaku karena aku keturunan darah Arab hehe. Saat ini aku baru saja menginjak umur 18 tahun, aku dilahirkan pada 13 Oktober 1995 di Jakarta, aku dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta ibu kota negaraku tercinta yaitu Indonesia. Aku pernah menginjak bangku Taman Kanak-Kanak yakni di Taman Harapan 1, mulai dari sinilah aku bisa mengerti huruf, warna serta angka. Dibantu oleh ibu dan ayahku, aku mulai bisa menulis serta membaca, mengerti arti bahasa sehari-hari dan memahami bagaimana menjadi anak baik, berbakti pada orangtua, rajin beribadah, dan menyayangi sesama makhluk hidup bagimanapun bentuknya. Sejak menduduki bangku TK aku mulai tertarik dengan warna-warna serta karya seni yang menurutku sangat hebat karena hal tersebut membutuhkan
pikiran kreatifitas yang tinggi, atas dorongan guru serta orangtuaku, aku mulai menjejakan tanganku pada pinsil warna & krayon-krayon, atas bimbingan guruku pun aku mulai mengikuti lomba gambar antar TK, meskipun sempat beberapa kali gagal aku terus berusaha dan berlatih, menggunakan waktu istirahatku untuk berlatih membuat gradasi warna yang indah sampai akhirnya aku mendapatkan Juara 1 . Itulah saat pertama aku bisa membuat orangtuaku tersenyum karena hal yang aku lakukan dengan niat yang sungguh-sungguh.

      Aku pun terus berlanjut menekuni karya seni sampai akhirnya aku menduduki bangku Sekolah Dasar, aku bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Cawang 01 Pagi. Disana aku mendapatkan banyak teman dan mulai mengerti arti persahabatan, sahabatku tergolong cukup banyak dan sampai sekarang aku masih bersahabat dengan  mereka. Sekolah Menengah Pertama negeri 182 Jakarta Selatan adalah pilihanku ketika menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama. Disana aku mengikuti ekskul Basket, sejak menekuni basket aku perlahan mulai meninggalkan karya seni dan kreatifitasku perlahan memudar dikarenakan aku terlalu sibuk mengurus kegiatan sekolahku sehari-hari dan tugas-tugas yang sangat banyak. Aku menekuni basket tidak terlalu lama, hanya 1 tahun dan setelah menginjak bangku kelas 9 aku memfokuskan diri pada Ujian Nasional. Sekolah Menegah Atas Negeri 104 Jakarta Timur adalah tujuanku selanjutnya, di Sekolah Menengah Atas aku mulai mengerti banyak hal, dari pembelajaran untuk menjadi lebih dewasa, bagaimana caranya untuk mengehargai orang lain hingga bagaimana cara untuk berbagi kepada yang lebih membutuhkan.

      Di bangku Sekolah Menengah Atas aku hanya murid biasa yang tidak terlalu aktif dibidang akademik ataupun non-akademik. Tetapi aku mulai memiliki tujuan yakni mengajak teman-teman untuk berbagi dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Hal tersebut ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan, kita harus memiliki tekad yang kuat untuk melakukan hal tersebut hingga akhirnya dapat terwujud sesuai rencana. Dipertengahan jalan kegiatan tersebut aku tersendat karena Ujian Nasional yang dimulai beberapa bulan kedepan hingga akhirnya hal tersebut aku kesampingkan demi mendapatkan gelar LULUS.
Kini aku berhasil menggapai gelar LULUS tersebut dan melanjutkan pendidikanku ke Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ata yang dikenal dengan singkatan IISIP Jakarta, aku mengambil jurusan Hubungan Internasional, aku tertarik pada jurusan ini karena aku ingin mengetahui lebih banyak dan mendalami apa permasalahan yang dihadapi Indonesia, dari mulai ekonomi, pengangguran, kemiskinan, permasalahan politik yang luar biasa berdampak dapa rakyat dan ketidakadilan hukum saat ini. Karena menurutku keadilan adalah hal utama dalam kehidupan. Belum lagi masalah keadilan dalam hidup yang sudah menjadi hukum alam atau takdir dari setiap individu; kemiskinan.

   
Aku lahir dari keluarga yang tergolong cukup, tapi terkadang aku membangkang ketika aku melupakan arti bersyukur. Saat aku menyadari bahwa aku memiliki apa saja yang aku punya tanpa kekurangan, hatiku tergerak untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang mampu mengurangi beban orang-orang yang kekurangan dan sulit memenuhi apa yang mereka butuhkan; jangankan membeli barang, untuk makan esok saja mereka bingung. Membantu orang lain bukanlah hal yang sulit saat kita bisa bersyukur, karena menurutku orang kaya bukanlah yang bisa memiliki segalanya hanya dengan ucapan, kaya adalah mereka yang bisa memberi tanpa mengharap kembali atau tanpa takut hartanya habis, itulah kaya yang sebenarnya. Menurutku hidup tanpa berbagi atau membantu sesama adalah hal yang sia-sia, terlalu membuang waktu untuk memikirkan diri sendiri tanpa melihat sekitar. Selama aku menduduki bangku sekolah aku selalu berjuang sendiri untuk mewujudkan mimpi saling berbagi dan mengajak orang-orang sekitar untuk melaksanakan kegiatan sosial karena dulu aku tidak mengikuti organisasi-organisasi yang pasti mencakup banyak orang dan akan membuatku lebih mudah mewujudkan mimpi itu. Tetapi saat ini, saat aku duduk di bangku kuliah aku menemukan teman yang mempunyai mimpi serupa. Kami mewujudkan mimpi tersebut menjadi sebuah tahapan awal untuk dijejakan yaitu sebuah organisasi yang bernama Novusdekita. Disini aku dan kawan-kawan mulai melakukan kegiatan kecil yang setidaknya bisa sedikit membantu sesama, dari mulai mengajar sampai mengurus permasalahan-permasalahan sosial. Semua harus dimulai dari hal-hal kecil, bukan?

    Sekarang aku bernaung di Novusdekita, menata tujuan mimpi dan impianku yang belum terwujud secara maksimal. Disinilah aku bisa membuka jalan atas semua keinginanku. Sampai saat ini aku mempunyai kalimat yang superrrrr use full yaitu “Hidupmu akan berubah menjadi lebih baik jika kamu bersedia untuk mengubah dirimu terlebih dahulu. Jangan biarkan orang lain menghalangimu untuk menggapai mimpi. Tetap berjuang, berdoa, dan percaya semua akan tercapai dan indah pada saatnya! karena hanya orang baik yang akan mendapatkan hal terbaik” JJJ

Jakarta, 06 November 2013

Farah Lana Bazher